Teknik Pengajaran tepat untuk Anak Tunarungu
Sunday, February 9, 2020
Edit

1. Cara manual dengan bahasa isyarat
Terapi manual ini sifatnya manual yaitu dengan menggunakan bahasa isyarat. Pengajar bisa melatih atau mengajar dengan menggunakan bahsa tubuh dan ejaan jari. Biasanya cara pertama ini dapat dikatakan efektif dan bagus untuk diterapkan kepada anak yang sudah cukup besar.
2. Cara auditori visual
Cara yang kedua ini berbeda dengan sebelumnya. Cara ini lebih memadukan kepada penerapan bahasa bibir, suara dan mimik muka. Tujuannya sendiri adalah untuk mengoptimalkan sisa pendengaran anak dengan suara yang dilontarkan. Karena dibarengi dengan mimik wajah maka anak diharapkan akan mengerti nantinya setiap kata yang telah diucapkan secara visual.
Namun dalam cara ini ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan. Diantaranya akan disebutkan adalah sebagai berikut:
- Alat artikulasi yang berfungsi untuk mengetahui adanya kecacatan atau tidak
- Pembentukan konsonan dan vocal
- Tingkat kekurangan pendengaran anak termasuk dalam ringan, sedang atau berat.
- Tingkat kelainan pada anak.
3. Cara membaca ujaran
Metode ini lebih menekankan pada kemampuan anak yang diharuskan untuk bisa menangkap suara atau bunyi. Bahkan hanya dengan mengandalkan ungkapan dari seseorang hanya melalui penglihatannya saja. Dengan kata lain, anak anak tunarungu harus mampu membaca dengan gerakan bibir dari lawan bicara yang membantunya.
4. Cara oral
Cara atau teknik selanjutnya yang bisa digunakan adalah teknik oral. Cara ini akan melatih anak tunarungu untuk berkomunikasi secara lisan dengan orang yang bisa mendengar dilingkungan sekitarnya. Prakteknya dilakuakn dengan melibatkan sang anak tunarungu untuk belajar berbicara secara lisan dengan dihadapkan pada masyarakat atau orang di berbagai kesempatan yang memungkinkan.
Uraian diatas adalah langkah langkah praktis untuk bisa memberikan pendidikan kepada anak tunarungu. Berbagai cara yang Anda lakukan pun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak tunarungu. Meskipun mereka memiliki keterbatasan fisik, hal ini bukan berarti mereka tidak berhak menerima pendidikan seperti anak normal. Semoga informasi ini membantu dan berhasil.